Jika beberapa tahun terakhir pertanyaan kita adalah “dapatkah kita mempercayakan data kita pada antivirus gratis?” Sekarang pertanyaan sudah berbeda, menjadi “dapatkah kita percaya kepada antivirus?” beberapa pekan terakhir ini muncul berita mengenai kebocoran data yang bersumber dari antivirus berbayar yang dipasang.

Pro Antivirus:

Antivirus (dan teknologinya) membantu pengguna untuk mengurangi kerentanan yang Diketahui (“known” vulnerabilities). jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menggunakan antivirus. Memang tidak ada cara antivirus itu bisa NULLIFY bahaya serangan 0day, namun memiliki proteksi selalu lebih baik daripada tidak memilikinya.

Kontra:

Antivirus (dan teknologinya) melakukan pengecekkan ke setiap file dan data yang kita miliki, apakah kita yakin antivirus tidak memata-matai kita atau mencuri data kita?

Contoh Kasus:

Rusia dilaporkan mencuri rahasia NSA dengan bantuan Kaspersky, Wall Street Journal menerbitkan sebuah artikel yang mengatakan bahwa peretas yang bekerja untuk pemerintah Rusia mencuri data rahasia dari komputer rumah kontraktor National Security Agency setelah mengidentifikasi file-file melalui penggunaan perangkat lunak antivirus dari Kaspersky Lab yang berbasis di Moskow.

Ada tiga teori kerja, berdasarkan beberapa periset dan pakar keamanan. Berikut ini adalah hasil yang mungkin:

Teori 1:

Hacker memanfaatkan kekurangan kaspersky untuk mencuri data

Jurnal tersebut tidak secara eksplisit mengatakan bahwa Kaspersky, sebagai perusahaan, membantu pencurian data, namun menyimpulkan bahwa produk Kaspersky mungkin telah dieksploitasi untuk meretas komputer yang dijalankannya.

Teori 2:

Kaspersky mendeteksi malware, mata-mata Rusia ikut campur

Yang lebih mungkin adalah bahwa produk Kaspersky mendeteksi salah satu alat hacking NSA, yang dikeluarkan dari batas aman kantor agen tersebut, dan ditandai oleh perangkat lunak tersebut.

“Para ahli mengatakan bahwa perangkat lunak, dalam mencari kode berbahaya, mungkin telah menemukan sampelnya dalam data yang dikeluarkan kontraktor dari NSA,” kata laporan tersebut.

Teori 1:

Kaspersky mendeteksi dan mencuri untuk russia

Teori alternatifnya adalah produk Kaspersky menemukan dan mengunggah alat hacking NSA yang dibawa pulang – dan saat itulah perusahaan tersebut menggali lebih banyak lagi.

Tetapi pihak Kaspersky telah membantah adanya hubungan dengan pemerintah manapun.

Kesimpulan dan Saran dari i3:

  1. Jika pemahaman dan pengetahuan anda tentang virus dan malware lainnya sangat rendah, anda WAJIB menginstall antivirus, banyak sekali hal yang bisa menyebabkan PC/laptop anda terkena virus, contohnya seperti aplikasi palsu, drive by download, phising, dll.
  2. Jika anda cukup tau sumber awal dari virus/malware maka install antivirus adalah OPTIONAL untuk anda, tetapi anda WAJIB mengikuti perkembangan teknologi yang ada, dan jangan lupa DISABLE folder sharing, karena itu adalah sumber utama malware tersebar.
  3. Jika Anda bingung memilih antivirus, carilah yang sudah memiliki nama besar, karena mereka akan lebih sering melakukan patching dan update database dari antivirus mereka.

Inovasi Informatika Indonesia (i3) merupakan authorize partner EC-Council yang menyediakan berbagai jenis kelas training dan sertifikasi di bidang keamanan (security), mulai dari tingkat fundamental sampai tingkat advance.

Info lebih lengkap tentang training yang tersedia di i3 dapat dibaca disini atau hubungi langsung tim sales kami.