Apakah perusahaan anda sedang mencari solusi virtualisasi dengan software open source namun terdapat support didalamnya untuk menunjang kebutuhan bisnis anda? Mungkin RHEV (Red Hat Enterprise Virtualization) bisa menjadi solusinya. RHEV menawarkan platform manajemen virtualisasi berbasis web, dengan menggunakan RHEV-Manager. Lalu apa hubugannya dengan oVirt? Virtualisasi oVirt adalah aplikasi open source yang dikembangkan oleh komunitas dan digunakan untuk mengatur server virtual. Artinya anda dapat menggunakan oVirt untuk mengatur server, termasuk storage dan jaringan, lalu mendeploy, memonitoring virtual server di data center anda, sama persis seperti RHEV yang mengatur virtualisasi menggunakan RHEV-Manager. Bedanya adalah KVM+Redhat (diberikan nama komersil “RHEV”) menggunakan RHEV-Manager adalah versi open source komersil, sedangkan KVM+CentOS atau +Fedora menggunakan oVirt adalah versi open source yang bebas untuk digunakan.

RHEV Manager atau dikenal sebagai RHEV-M management console adalah komponen inti dari Red Hat’s server virtualization platform. Ini menyediakan web interface untuk mengelola mesin virtual yang berjalan pada node fisik. Selain itu terdapat bagian yang cukup penting yaitu node/host untuk menampung semua mesin virtual atau sering disebut  RHEV-H. Hypervisor RHEV-H adalah pilihan default yang berbasis KVM baremetal untuk menjalankan mesin virtual, dengan demikian RHEV-H mudah untuk dikelola oleh RHEV-M.

Selain itu RHEV versi 4.1 memiliki beberapa fitur menarik yang cocok digunakan untuk kebutuhan bisnis yang sangat dinamis, seperti

  • Peningkatan otomatisasi dengan Ansible oleh Red Hat
    Memungkinkan pengguna akhir untuk mengotomatisasi platform Virtualisasi Red Hat menggunakan berbagai modul Ansible 2.3 untuk mempercepat proses deployment mesin virtual, penyimpanan, jaringan, dan lainnya.
  • Peningkatan High Availability tanpa power management
    Memungkinkan mesin virtual untuk direstart bahkan ketika power management fence tidak diaktifkan atau tersedia, sebuah fitur ini merupakan kunci untuk multi-site cluster.
  • Advanced storage performance dan scaling
    Dengan Storage Pool Manager (SPM) dapat melakukan penyimpanan data pada host datacenter yang lain, sehingga proses penyimpanan data menjadi lebih fleksibel dan memungkinkan menjalankan penyimpanan secara paralel untuk mendapatkan troughput yang lebih tinggi. Selain itu storage tungal yang memiliki performa tinggi seperti SSD dapat digunakan untuk management block storage, dan membantu administrator untuk menghapus snapshot lebih cepat ketika mesin virtual tidak digunakan.
  • Open Virtual Network (OVN) untuk Open vSwitch
    Menyediakan Software Defined Networking (SDN) untuk sekala enterprise. OVN menawarkan kemampuan untuk mengisolasi jaringan overlay, management subnet dalam RHEV versi 4.1 dan dapat diintegraasikan dengan openstack neutron API.

Dengan fitur yang ditawarkan oleh RHEV yang cukup kompleks dan sesuai dengan kebutuhan enterprise, maka ini merupakan solusi yang cukup tepat untuk perusahaan anda. Jika anda membutuhkan bantuan untuk konsultasi anda dapat menghubungi kami.

Inovasi Informatika Indonesia (I3) merupakan authorize partner dari Red Hat yang menyediakan berbagai jenis kelas training dan sertifikasi di bidang Open Source, mulai dari tingkat fundamental sampai tingkat advance.

Sebagian isi artikel yang sudah Anda baca diatas menjadi bagian dari materi pelajaran training Red Hat Enterprise Virtualization. Jika Anda tertarik untuk mempelajarinya lebih lanjut, dapat menghubungi customer service kami menggunakan Live Chat