thin-vs-thick

Pernahkah anda membuat satu VM baru? Kemudian saat pembuatan anda diminta untuk memilih antara Thick Provisioned Storage atau Thin Provisioned VM. Tahukah anda perbedaan antara Thick Provisioned dan Thin Provisioned pada Storage tersebut? Pada postingan kali ini kami akan membahas mengenai cara untuk convert dari thick ke thin atau sebaliknya.

Perbedaan antara kedua jenis itu terletak pada keadaan space storage ketika VMs tersebut dibuat. Jadi pada thick provisioned, kondisi storage akan langsung menghabiskan sebanyak kapasitas angka yang diinputkan sehingga pada pilihan ini menjamin resource yang didapat oleh VM tersebut dan berdampak terhadap performa VM. Namun pada thin provisioned, kondisi space storage sebenarnya hanya menggunakan sebanyak yang diperlukan dan akan naik seiring bertambahnya data yang diinputkan jadi pada pilihan ini penggunaan storage dapat lebih irit karena tidak langsung di pakai seluruh space.

Kemudian bagaimana cara mengubah dari Thick ke Thin Provisioning?

Pertanyaan itu dapat kita jawab dengan menggunakan Storage vMotion, sehingga memerlukan dua Datastore, namun jika hanya ada satu datastore, anda dapat men-Cloning VM yang akan diganti jenis storagenya ke destination host yang Thin Provisioning.

Langkah-langkah jika menggunakan cara Storage vMotion untuk mengkonversi dari Thick ke Thin adalah sebagai berikut:

  1. Power off VM
  2. Klik kanan pada VM dan pilih Migrate.
  3. Pilih Change Datastore.
  4. Klik Next dan pilih Datastore yang kedua.
  5. Pada Dropdown, pilih Thin Provisioned virtual disk format.
  6. Pilih Next dan Finish. dan tunggu progressnya selesai pada task and event view di vCenter Server

Kemudian apabila anda menggunakan vSphere web client, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Klik kanan pada VM, dan pilih Migrate
  • Letakan VM pada datacenter, folder, cluster, resource pool, host, atau vApp yang sesuai.
  • Klik Related Object tab, dan pilih VM
  • Pilih Change Datastore, dan klik next.
  • Pilih Thin Provisioned disk VM sebagai tujuan migrasi. dan pilih next
  • Pilih VM storage policy pada drop down menu, dan klik next
  • Pilih lokasi Datastore tujuan, sebagai tempat VM files disimpan nantinya.
  • Review Informasi yang kita setting sebelumnya, untuk konfirmasi dan klik Finish.
Read Also :  Bingung Membedakan Kriptografi dan Steganografi? Begini Penjelasannya

Sedangkan untuk ingin mengkonversi dari Thin Provisioning ke Thick Provisioning karena sudah disediakan oleh vSphere Client, yakni Inflate.

Inovasi Informatika Indonesia (I3) merupakan authorize partner dari VMware yang menyediakan berbagai jenis kelas training dan sertifikasi di bidang Virtualisasi, mulai dari tingkat fundamental sampai tingkat advance.

Selain sebagai tempat training IT yang banyak direkomendasikan oleh praktisi, i3 juga menawarkan jasa IT Services di 4 bidang utama keahlian: Open Source, Virtualisasi, Database, dan IT Security. Semua training dan services ditangani oleh instructor dan konsultan yang berpengalaman dan memiliki sertifikasi internasional.

Informasi lebih lanjut tentang lengkap jadwal pelatihan dan layanan IT silahkan hubungi kami melalui info@i-3.co.id dan live chat.