Saat kita mulai mengenal teknologi virtualisasi, akan sering muncul pertanyaan tentang “apa perbedaan fitur Clone dan Template pada Virtual Machine?”

Pada artikel kali ini kami menjelaskannya secara detail. Mari kita simak.

Definisi

Clone menciptakan salinan sama persis dari virtual machine yang berjalan pada saat proses cloning. Sedangkan template seperti baseline image dengan konfigurasi yang telah ditetapkan sesuai standar organisasi.

Kegunaan

Cloning sebuah virtual machine menciptakan duplikat virtual machine tersebut dengan konfigurasi dan perangkat lunak yang terinstal sama persis tanpa perlu melakukan pengaturan tambahan. Sedangkan untuk membuat Template tujuannya untuk membuat sebuah master image virtual machine yang nantinya bisa digunakan untuk deploy banyak virtual machine baru.

Baca Juga :
Best Practice Untuk Backup VMware vSphere

Cara Pembuatan

Anda dapat membuat tiruan virtual machine yang sudah terinstal dan terkonfigurasi dengan cara klik kanan pada VM dan Clone, sedangkan untuk membuat Template, Anda perlu mengkonversi virtual machine menjadi sebuah template, cloning virtual machine menjadi template, atau cloning template lain.

Clone  dari sebuah virtual machine bisa dibuat saat VM dinyalakan. Sedangkan mengkonversi virtual machine menjadi Template tidak dapat dilakukan ketika virtual machine dinyalakan. Clone to Template hanya dapat dilakukan ketika VM dinyalakan.

Environments

VM hasil Cloning cocok untuk test and development environments di mana Anda bisa membuat, menguji dan bekerja dengan salinan virtual machine dari server produksi tanpa mengganggu server-nya dengan menciptakan tiruan dari production virtual machine. Sedangkan Template paling cocok untuk production environments di mana Anda ingin melakukan deploy banyak virtual machine beserta dengan OS dan basic software. Setelah template deployed, Anda dapat menginstal perangkat lunak tergantung pada peran server seperti IIS/Database.

Mass Deployment

VM Clones tidak cocok untuk penyebaran massal dari virtual machines, sedangkan Template cocok.

Konversi

Anda tidak bisa mengkonversi kembali mesin hasil kloningan. Sedangkan Anda dapat mengkonversi Template kembali ke virtual machine untuk memperbarui basis template dengan patch terbaru, menginstal atau meng-upgrade perangkat lunak apapun dan mengkonversi kembali ke template yang akan digunakan untuk deployment virtual machines dengan patch terbaru.

Baca Juga :
Manfaat Sertifikasi VMware Bagi Peningkatan Karir Anda

Powered On

Cloned virtual machine bisa melakukan powered on , sedangkan Template tidak bisa.

Server

Anda tidak dapat melakukan Clone virtual machine jika terhubung langsung ke ESX/ESXi host dengan menggunakan vSphere Client. Anda membutuhkan vCenter untuk  Clone virtual machine. Sementara, untuk Template, Anda tidak dapat membuatnya dari virtual machine jika Anda terhubung langsung ke ESX/ESXi host dengan menggunakan vSphere Client. Anda membutuhkan vCenter untuk  membuat Template.

Guest OS

Anda dapat mengkustomisasi guest operating system dari virtual machine hasil klon untuk mengubah nama mesin virtual, pengaturan jaringan, dan properti lainnya. Hal ini untuk mencegah konflik yang dapat terjadi jika virtual machine dan sebuah klon dengan guest OS yang identik di-deploy secara bersamaan. Anda juga dapat mengkustom guest OS saat deploy virtual machine dari template.

Demikianlah beberapa perbedaan antara Clone dan Template untuk virtual machine. Keduanya tentu sangat dibutuhkan dalam penggunaan teknologi virtualisasi tetapi perlu dicermati kembali bagaimana penggunaan dan kelebihan dari masing-masing agar tidak terjadi kesalahan dalam pemanfaatan virtual machine.

Untuk info lebih lengkap mengenai solusi dan training yang tersedia di i3, Anda dapat menghubungi langsung tim sales kami melalui halaman Contact Us.