Article

Serba-Serbi QA Automation untuk Pastikan Performa Software Andal Bebas Bug

5 min Read
ilustrasi QA Automation

QA automation saat ini menjadi salah satu profesi di bidang teknologi yang turut menunjang industri di tengah pesatnya tren IT. Bukan tanpa alasan, profesi Quality Assurance (QA) automation dibutuhkan seiring dengan meningkatkan kompleksitas software.

Di sisi lain, developer dituntut untuk melakukan serangkaian proses pengujian dan update sebelum meluncurkan aplikasi kepada pengguna. QA harus dapat mengetahui tools terbaik untuk meringankan dan mempercepat proses pekerjaan.

Lantas, sejauh mana kemampuan QA automation untuk melakukan pengujian software? Yuk, cek secara mendalam mengenai QA automation dalam penjelasan berikut.

Apa itu QA Automation?

apa itu QA Automation

Quality Assurance automation adalah serangkaian proses sistemis untuk menentukan apakah suatu software memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. QA dapat membantu menentukan dan menetapkan persyaratan dalam membuat atau mengembangkan produk agar sesuai dengan standar kualitas.

Seperti diketahui, software memiliki banyak komponen penting yang perlu diuji terlebih dahulu sebelum didistribusikan kepada pengguna. Implementasi QA dilakukan untuk menjaga kredibilitas perusahaan, meningkatkan kepercayaan konsumen, memastikan proses kerja berjalan dengan baik, dan membantu perusahaan tetap bisa bersaing dengan kompetitor mengingat kemampuan melacak bug dan masalah lain.

Fungsi QA Automation

QA merupakan pendekatan yang memiliki fungsi untuk mencegah adanya cacat produk, melacak adanya bug, dan masalah lain. Implementasi QA juga mencakup proses monitoring pembuatan produk, mulai dari tahap perencanaan hingga pengujian akhir.

Proses implementasi QA dilakukan untuk mengurangi rework agar proses kerja lebih efisien dan menghindari keluhan dari konsumen ketika menerima atau menggunakan produk.

Keuntungan Melakukan QA Automation

QA automation menawarkan banyak keunggulan, salah satunya mempercepat proses kerja lantaran proses pengujian dilakukan secara otomatis. Di samping itu, QA automation juga menjadi profesi menjanjikan yang dapat dilakukan oleh banyak orang, mulai dari level pemula hingga expert karena tidak membutuhkan kode rumit.

Secara umum ada dua tahap penting yang harus dilakukan jika melakukan pengujian menggunakan QA automation. Tahap pertama yaitu pengujian GUI (Graphical User Interface) dan API testing yang sepenuhnya dilakukan secara otomatis tanpa koed.

Cara ini tentu membantu Anda lebih menghemat waktu karena bisa melakukan pengecekan terhadap multiple device dan tidak butuh banyak biaya. Di samping itu, Anda juga bisa lebih cepat memasarkan fitur baru dan cepat mendeteksi jika terjadi eror.

Cara Kerja QA Automation

Cara Kerja QA Automation

Ada beberapa tahap cara kerja QA automation, pada tahap pertama yakni ditentukan terlebih dahulu ruang lingkup, keahlian, budget, dan tujuan yang akan dicapai. Pastikan juga untuk menyusun strategi dalam menyelesaikan proyek tertentu.

Umumnya kerangka kerja yang dibutuhkan dalam implementasi QA automation yakni keyword-driven, data-driven, modular testing, dan linear scripting. Seorang QA automation juga harus membuat jadwal instal hardware dan software, menciptakan lingkungan yang dapat mendukung pengujian software, dan mengembangkan script test.

Script test inil akan berjalan secara otomatis dan membantu memastikan software bebas bug. Umumnya, automated testing digunakan untuk regression testing, load testing, dan repetitive testing demi memastikan setiap fitur berjalan sesuai dengan hasil dan standar yang ditentukan.

Script test untuk kebutuhan automated testing disediakan oleh tim QA engineer yang sekaligus berperan sebagai tester aplikasi. Meskipun QA dianggap bisa memudahkan pekerjaan, penulisan script test yang tak berkesudahan inilah yang menjadikan automated testing kerap dinilai sulit dan melelahkan.

Hal itu tak terlepas dari seorang tester yang harus menguasai bahasa pemrograman tertentu agar dapat menulis script test yang jelas, tepat, mudah dipahami, dan akurat. Tak jarang proses automated testing yang memakan lebih banyak waktu justru menjadi momok tersendiri bagi para tester.

Proses berikutnya yakni memilih tools yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, pertimbangkan faktor biaya, fleksibilitas, dan fungsinya. Katalon merupakan automation testing tool yang andal dan dapat membantu berbagai pekerjaan automated testing.

Baca Juga : Yakin Keamanan Aplikasi Anda Sudah Andal? Cek di Sini

QA Automation Tools: Katalon

Katalon merupakan software testing untuk menguji kualitas dan fungsi aplikasi. Sejak diluncurkan pada September 2016, Katalon sukses menembus sembilan persen pasar User Interface (UI) test automation hanya dalam waktu dua tahun.

Katalon Studio sebagai produk utamanya digunakan untuk menguji aplikasi mobile, browser, hingga API. Berbeda dengan software testing tools lain, Katalon Studio tidak mengharuskan pengguna untuk menguasai bahasa pemrograman apa pun. Kemampuan ini tentu menjadi kelebihan yang berbanding terbalik dengan syarat menjadi tester yang harus menguasai bahasa pemrograman dan memiliki kemampuan coding.

Di samping itu, Katalon juga memiliki UI yang simple dan informatif sehingga mudah digunakan oleh QA engineer pemula. Tampilan juga dibuat mudah sehingga QA engineer dapat dengan cepat mempelajari dan menemukan fitur yang dibutuhkan.

Katalon Studio juga mendukung kemampuan pengujian cross-browser. Dengan begitu, script testing yang dibuat oleh QA engineer dapat dijalankan di berbagai browser termasuk Google Chrome, Mozilla Firefox, Microsoft Edge, Safari, dan lainnya hingga bisa dilakukan secara bersamaan untuk menghemat waktu dan energi.

Katalon dapat digunakan untuk melakukan automatic testing demi menjamin zero bug saat aplikasi akan dirilis secara live. Secara umum Katalon menjalankan dua tes berikut.

Regression Testing

Pengujian ini dilakukan untuk memastikan fitur yang sebelumnya ada dan berjalan dengan baik serta tidak terdampak dengan penambahan fitur baru. Sebagai contoh, ketika satu aplikasi memiliki fitur baru, sebelum dilakukan proses deployment maka akan melalui tahap regression testing.

Proses regression testing saat penambahan fitur baru pada siatu aplikasi cukup memakan waktu jika dilakukan secara manual. Katalon memastikan existing features dapat melalui tahap pengujian secara otomatis sehingga tim developer dapat fokus menguji fitur yang sedang dikembangkan.

Repetitive Testing

Sesuai namanya, tes ini dilakukan dengan mengulang proses dalam suatu skenario. Contoh paling mudah dipahami yaitu ketika kamu sedang belanja online di satu marketplace. Sebelum mendapatkan barang pesanan, tentu kamu akan mencari produk, menambahkan produk ke keranjang belanjaan, membuat pesanan, dan melakukan pembayaran sebagai bukti telah melakukan transaksi pembelian.

DI tahap akhir saat “melakukan pembayaran”, ada beberapa skenario yang dapat diuji, termasuk pembayaran berhasil, gagal, tertunda, alami timeout, dan lainnya. Untuk dapat menguji skenario tersebut, maka QA engineer akan mengulang dari tahap awal dengan langkah-langkah yang sama. Inilah yang dimaksud dengan repetitive testing (pengujan berulang).

Sama halnya dengan regression testing, repetitive testing juga cukup menyita waktu. Perlu dilakukan tes berulang untuk mendeteksi kemungkinan adanya bug lewat serangkaian pengujian. Di sinilah Katalon diperlukan.

Saat script automation berjalan, QA engineer dapat fokus pada pengujian variasi skenario di tahap akhir. Data yang dihasilkan dari automation script juga dapat digunakan untuk variasi skenario lain.

Perlu dicatat bahwa untuk membuat automation script, pastikan semua elemen khususnya UI sudah siap tanpa perubahan. Dengan begitu, saat ada perubahan dari sisi UI aplikasi maka engineer harus langsung menyesuaikan automation script yang telah dibuat.

Selain Katalon Studio, Katalon juga memiliki Katalon Runtime Engine (KRE) yang merupakan add-on untuk eksekusi pengujian Katalon Studio. KRE memungkinkan Anda untuk menjalankan tes otomatisasi dalam mode CLI yang bisa digunakan dalam berbagai skenario, termasuk menjadwalkan pengujian, integrasi dengan sistem CI/CD, dan menggabungkan pengujian untuk dijalankan dalam wadah virtual seperti Docker.

Katalon juga menyediakan Katalon TestOps sebagai platform kelas enterprise untuk melakukan tes analisa orkestrasi QA, analitik pengujian, dan laporan lanjutan. Katalon TestOps juga menyediakan dashboard dan laporan status kualitas produk.

Implementasi QA Automation Menggunakan Katalon Bersama i3

Saatnya tim Anda melakukan QA Automation menggunakan Katalon untuk menghemat budget, waktu, dan tenaga IT engineer sekaligus memastikan software yang dirilis bebas dari bug. Dapatkan kemudahan melakukan automation testing dengan Katalon dari i3.

Didukung oleh 50+ konsultan ahli yang telah mengantongi 231 sertifikasi, i3 sebagai authorized partner Katalon akan membantu Anda dalam proses instalasi, implementasi, integrasi ke CI/CD, hingga membuatkan script automation Katalon. Untuk info detail mengenai Katalon, hubungi kami di sini.

Penulis: Cornelius Situmorang dan Graygah Roynando, Konsultan i3

Edited by: Ervina Anggraini, Content Writer 

Table of Contents

Share this article
Scroll to Top