Seorang DBA (Database Administrator) paling banyak berkutat pada pemeliharaan dan tuning database. Tuning pada database bisa menjadi tugas yang sangat menakutkan. Untuk melakukannya, suatu checklist untuk DBA menjadi sangat diperlukan. Pada artikel ini, i3 akan membagikan beberapa aktivitas performance tuning yang perlu diketahui oleh seorang DBA dan yang akan sering menjadi bagian dari solusi untuk memperbaiki masalah kinerja database.

Apa Saja Tugas dari Seorang Database Administrator?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul dari seseorang yang baru menjadi DBA adalah bagaimana menjaga agar database berjalan lancar. Berikut adalah tugas yang perlu DBA untuk tahu dan tentunya hal-hal berikut akan sering menjadi bagian dari solusi untuk memperbaiki masalah kinerja database anda.

  1. Memverifikasi bahwa instance up dan berjalan– jelas sekali hal ini dapat menyebabkan masalah kinerja (kurangnya kinerja) dan DBA harus tahu bagaimana untuk memulai dan menghentikan sebuah instance serta memeriksa jika instance tersebut tersedia.
  2. Carilah alert log entriesAlert log sering menjadi  “kunci mesin” anda, karena log entries ini akan melaporkan kesalahan/masalah yang sedang dihadapi. Mampu dengan cepat menemukan alert log dan menghubungkannya dengan masalah kinerja adalah hal yang sangat baik.
  3. Pastikan backup berjalan dan sukses, dan dapat melakukan berbagai recovery data – Backup yang Anda buat untuk memastikan data dilindungi. Memverifikasi backup telah selesai dengan sukses memungkinkan Anda untuk memvalidasi bahwa Anda dapat melakukan recovery tanpa menimbulkan masalah performance.
  4. Verifikasi penggunaan disk – Ada banyak database karena penyimpanan disk terbatas untuk audit, jejak, peringatan, database, dan file log arsip. Pastikan Anda tahu bagaimana untuk memeriksa ini dengan cepat. Membersihkan atau mengalokasikan ruang bahkan lebih penting.
  5. Memeriksa masalah memori dan sumber daya CPU – Kurangnya memori atau CPU dari waktu ke waktu dapat berkembang, dan kita sebagai DBA harus mampu untuk tidak hanya melihat sumber ini, tetapi kita perlu menghubungkannya dengan tren saat ini.
  6. Mengidentifikasi pola pertumbuhan dalam database – Ini sangat mirip dengan memverifikasi penggunaan disk, tapi pola pertumbuhan dalam database kadang-kadang berbeda dari eksternal pada disk. Pastikan Anda dapat memahami bagaimana berbagai struktur database yang ada sehingga anda dapat merencanakan, jika diperlukan, untuk masa depan.
  7. Dapat mengekstrak dan mengelola account pengguna dan keamanan – Mencari tahu siapa yang melakukan apa, otorisasi apa yang mereka miliki, dan pembatasan akses dapat sering mengurangi pengguna ribut dari melakukan terlalu banyak dalam database dan menaikkan penggunaan sumber daya.

Baca Juga :
Training yang Cocok Untuk Anda yang Ingin Menguasai Postgresql Administration (Silabus)

Sekian rangkuman tentang tugas dari seorang Database Administrator. Tertarik menjadi seorang Database Administrator? Di i3, Anda dapat mengembangkan karir impian Anda untuk menjadi seorang Database Administrator yang handal dan tersertifikasi.

Untuk info lebih lengkap mengenai training yang tersedia di i3, Anda dapat menghubungi langsung tim sales kami melalui halaman
Contact Us.