Jika kita berbicara mengenai teknologi yang ada di era transformasi digital seperti sekarang, perkembangannya terbilang sangat pesat. Bahkan, di dunia IT khususnya pada bidang infrastruktur dan pengembangan software, pertumbuhan teknologi sangat agresif dan kerap menghadirkan inovasi-inovasi terbaru di setiap update aplikasi dan platform yang dikembangkan.

Hal tersebut dibuktikan oleh Red Hat, lewat layanan PAAS (Platform-as-a-Service) miliknya, Red Hat OpenShift. Kali ini, Red Hat OpenShift mengumumkan versi terbaru, yakni versi 4.6 yang di mana jika versi patch-nya sudah diikutkan ia telah berada di versi 4.6.16 saat artikel ini diterbitkan. Sekadar informasi, OpenShift 4.6 berstatus GA saat rilis di versi 4.6.1, bukan pada versi 4.6.0.

Tentu akan sangat menarik bagi Anda yang berkecimpung di dunia IT seperti infrastruktur dan pengembang software untuk mengetahui apa saja jenis fitur terbaru dan peningkatan yang hadir di Red Hat OpenShift versi teranyar ini. Adapun beberapa detail lebih lanjut mengenai fitur dan peningkatan pada Red Hat OpenShift 4.6 bisa Anda simak berikut ini.

Berbasis Kubernetes 1.19

Red Hat OpenShift 4.6 menggunakan Kubernetes versi 1.19, yang mana membawa peningkatan signifikan saat menggunakan OpenShift. Dengan demikian, peningkatan ini membuat OpenShift menjadi Container Orchestrator yang paling up-to-date dan berperan sebagai solusi lengkap untuk mengakomodir pengembangan aplikasi pada lingkungan cloud atau on-premise.

Instalasi Otomatisasi Full Stack OpenShift di Bare Metal

Sumber Gambar: https://speakerdeck.com/redhatopenshift/whats-new-in-openshift-container-platform-4-dot-6?slide=9 
 

Di versi sebelumnya, IPI (Installer Provisioned Infrastructure) atau biasa disebut Full Stack Installation, cuma bisa dilakukan di lingkungan cloud dan virtualisasi saja. Namun, OpenShift 4.6 memungkinkan pengguna untuk melakukan instalasi secara Full Stack.

Dengan demikian, Anda tak perlu lagi menyiapkan keperluan instalasi secara manual seperti DNS, Internal Load Balancer, RHEL Core OS pada setiap node, Ignition Config, dan lain sebagainya. Pasalnya, semua akan dilakukan installer secara otomatis. Anda hanya perlu mendefinisikan setiap objek seperti nama cluster, nodes, dan domain.

Instalasi OpenShift di Cloud untuk Lingkungan Pemerintahan

Red Hat OpenShift kini bisa diinstal pada AWS GovCloud dan Microsoft Azure Government (MAG), yaitu lingkungan cloud yang terisolasi pemerintah, di mana yang umumnya memiliki workload sensitif seperti data penduduk sipil dan sebagainya.

Dengan demikian, ini bisa menjadi solusi migrasi dari lingkungan on-premise ke cloud dan tentunya keamanan data akan diproteksi secara khusus. Namun, untuk saat ini fitur tersebut hanya diperuntukkan bagi pemerintah Amerika Serikat saja karena data center-nya kini hanya ada di wilayah US-East dan US-West pada AWS dan USDoD Central, USDoD East, USGov Arizona, USGov Iowa, USGov Texas, dan USGov Virginia pada Microsoft Azure. Untuk ke depannya, semoga fitur ini akan hadir di negara-negara lain termasuk Indonesia.

Rilis GA untuk Operator OpenShift Update Service

Sumber Gambar: https://www.openshift.com/blog/openshift-update-service-update-manager-for-your-cluster

Dengan OpenShift Update Service (OSUS), operator akan bersifat opsional. Lewat OSUS, pengguna akan melihat update graph yang menggambarkan versi apa saja yang memungkinkan untuk meng-upgrade dari versi existing ke versi lainnya. Sebab, untuk bisa melakukan upgrade versi cluster, tidak dapat dilakukan sembarangan dan harus sesuai dengan upgrade path.

OpenShift Compliance Operator

Sumber Gambar: https://speakerdeck.com/redhatopenshift/whats-new-in-openshift-container-platform-4-dot-6?slide=16

Pengembangan OpenShift tak cuma terfokus pada bagaimana untuk bisa menyediakan lingkungan bagi pengembangan software, tetapi juga bagaimana bisa mengamankan cluster OpenShift itu sendiri. Pasalnya, ini seiring dengan berkembanganya paradigma DevSecOps yang juga menitikberatkan keamanan.

Dengan adanya Compliance Operator yang didasarkan proyek bernama OpenSCAP (Open Security Content Automation Protocol), pengguna akan bisa melakukan scanning cluster yang hasilnya nanti akan diserahkan ke auditor untuk ditinjau ulang dan diremediasi. Proses ini akan otomatis dilakukan setelah scanning atau bisa juga dilakukan secara manual oleh cluster admin.

EUS (Extended Update Support)

Sumber Gambar: https://access.redhat.com/support/policy/updates/openshift

OpenShift 4.6 juga menawarkan Extended Update Support, yang menghadirkan waktu tambahan oleh Red Hat untuk dukungan sebelum versi berikutnya dirilis. Seperti yang bisa dilihat pada gambar di atas, versi 4.6 full support akan berakhir ketika satu bulan berselang setelah OpenShift 4.7 resmi dirilis. Namun, dukungan maintenance akan terus berlaku hingga 14 bulan setelah versi 4.7 dirilis.

Masih banyak lagi enhancement pada Red Hat OpenShift 4.6 dan full release notes yang bisa Anda lihat selengkapnya pada dokumentasi resminya[1] . Untuk lebih detail, Anda bisa mengakses slide presentasi resminya pada saat perilisan[2].

Bagi Anda yang ingin memanfaatkan OpenShift versi terbaru, bisa langsung mendapatkannya dari Inovasi Informatika Indonesia (i3). Dengan demikian, Anda akan memiliki kesempatan mengelola bisnis dengan segala jenis kemungkinan untuk meraih kekuatan optimal, sehingga Anda bisa membangun segala jenis hal yang fleksibel dan dapat berfungsi di mana saja dalam mengembangkan software.

Tentang i3

PT Inovasi Informatika Indonesia (i3) dikenal sebagai perusahaan penyedia solusi dan layanan TI yang berfokus pada Open Source, Security, Big Data dan Cloud bagi bisnis. i3 menyediakan layanan TI yang komprehensif, meliputi konsultasi, migrasi dan implementasi, training, troubleshooting, dan managed services. Untuk informasi lebih lanjut perihal layanan dan solusi yang ditawarkan, Anda dapat menghubungi kami melalui info@i-3.co.id.

Ref:

[1] https://docs.openshift.com/container-platform/4.6/release_notes/ocp-4-6-release-notes.html#

[2]  https://speakerdeck.com/redhatopenshift/whats-new-in-openshift-container-platform-4-dot-6